LPM STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau Lakukan Kunjungan Akademik ke UIN Suska Riau Bahas Penguatan Manajemen Mutu dan Sertifikasi Pendidik

Pekanbaru, 10 Maret 2026 — Dalam upaya memperkuat tata kelola mutu pendidikan tinggi serta meningkatkan efektivitas implementasi sistem penjaminan mutu internal, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melaksanakan kunjungan akademik ke Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau.

Kunjungan ini diwakili oleh Bapak Zulfadhly Mukhtar, M.Pd dan Bapak Kandar, S.Pd yang merupakan bagian dari unsur pengelola mutu di lingkungan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Suska Riau, Bapak Zarkasih, Ph.D, didampingi oleh Sekretaris LPM serta para Kepala Pusat di lingkungan Lembaga Penjaminan Mutu.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana akademik yang konstruktif dengan agenda utama membahas penguatan kelembagaan LPM, khususnya terkait koordinasi manajemen mutu perguruan tinggi serta pengembangan kombinasi bidang keilmuan dalam mendukung efektivitas pelaksanaan penjaminan mutu di lingkungan institusi.

Selain itu, diskusi juga menyoroti implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebagai instrumen strategis dalam menjaga dan meningkatkan standar mutu akademik. Pembahasan secara khusus juga menekankan pentingnya koordinasi manajemen mutu dalam mendukung pelaksanaan program sertifikasi pendidik (Serdos), termasuk pengelolaan administrasi akademik, validasi data, serta pemenuhan indikator kinerja dosen sebagai bagian dari proses sertifikasi.

Berbagai aspek teknis turut dibahas, di antaranya pengelolaan Beban Kerja Dosen (BKD), mekanisme dan persiapan Sertifikasi Dosen (Serdos), serta integrasi kegiatan Lembaga Penjaminan Mutu dalam memastikan terpenuhinya standar mutu tridharma perguruan tinggi.

Forum diskusi ini juga menjadi ruang strategis untuk berbagi praktik baik (best practices) antar lembaga dalam mengelola sistem penjaminan mutu secara efektif, termasuk strategi penguatan budaya mutu (quality culture), sistem monitoring dan evaluasi, serta penguatan dokumen mutu di tingkat institusi.

Melalui kegiatan ini, kedua institusi berharap dapat membangun sinergi kelembagaan yang lebih kuat dalam pengembangan sistem penjaminan mutu dan tata kelola akademik, sekaligus memperkuat koordinasi dalam mendukung pelaksanaan sertifikasi pendidik secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Kunjungan akademik ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mengembangkan sistem manajemen mutu yang berkelanjutan serta meningkatkan kualitas sumber daya dosen dan tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia.